14 November 2023

Apakah Kurikulum Merdeka Sudah Tercapai?

Sel, 14 November 2023 Dibaca 329x Artikel

Dalam konteks proses belajar-mengajar, terdapat standar pencapaian pembelajaran yang wajib dipenuhi oleh siswa, guru, dan sekolah. Pencapaian pembelajaran siswa mencerminkan tingkat kompetensi minimum yang diharapkan dari setiap siswa dalam setiap mata pelajaran.

Kurikulum Merdeka

Menghadirkan inovasi dengan memperbarui Konsep Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang telah ada sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memperkuat fokus pembelajaran pada pengembangan kompetensi yang lebih luas. Perubahan ini merupakan evolusi dari pendekatan yang telah diterapkan dalam Kurikulum 2013 (K13) dan kurikulum nasional sebelumnya yang berpusat pada pencapaian kompetensi.

Dengan demikian, Kurikulum Merdeka terus mempertahankan perhatian pada pengembangan kompetensi, mirip dengan pendekatan yang telah ada dalam kurikulum sebelumnya. Namun, ada penekanan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan penyesuaian dengan kebutuhan yang terus berubah dalam masyarakat dan dunia kerja. Ini mencerminkan evolusi berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia dengan upaya untuk memastikan bahwa siswa mencapai kompetensi yang relevan dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Pada Januari 2022, Kurikulum Merdeka belum terlaksana sepenuhnya. Kurikulum Merdeka merupakan konsep yang diusulkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai upaya untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam sistem pendidikan Indonesia. Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada sekolah-sekolah dan guru-guru dalam merancang kurikulum mereka sendiri, dengan tujuan untuk lebih menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan siswa dan tantangan zaman.

Namun, pelaksanaan Kurikulum Merdeka adalah sebuah proses yang kompleks dan memerlukan waktu. Dalam menjalankan kurikulum ini, banyak sekolah dan guru yang perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. Selain itu, perlu juga pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan, serta perubahan yang mendalam dalam pola pikir dan budaya pendidikan.

Kendala-kendala yang mungkin muncul dalam implementasi Kurikulum Merdeka termasuk kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, penyediaan sumber daya pembelajaran yang sesuai, serta pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana merancang kurikulum yang relevan dan efektif.

Seiring berjalannya waktu, Kemendikbudristek telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mewujudkan Kurikulum Merdeka, dan perkembangannya bisa saja berbeda pada saat ini. Oleh karena itu, disarankan untuk mencari informasi terbaru dari sumber-sumber resmi atau Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia atau instansi pendidikan terkait untuk memahami kemajuan terbaru dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar